Sunday, August 30, 2020

Konfigurasi Hostname dan Repository

Konfigurasi Hostname dan Repository

KONFIGURASI HOSTNAME

Hostname adalah nama komputer atau nama sebuah perangkat keras dalam sebuah jaringan. Karena sifat hostname itu unik maka pemberian nama hostname ini tidak boleh sama dengan yang lain pada satu jaringan.

Dalam tutorial ini saya pakai debian 8 untuk routernya. Langkah ini bisa digunakan untuk semua turunan debian.
Berikut cara mengkonfigurasi hostname di debian 8

  1. Kita cek dulu apakah hostname nya kedua-duanya sama atau tidak dengan perintah hostname && hostname -f
  2. # hostname && hostname -f
    Kita cek dulu apakah hostname nya kedua-duanya sama atau tidak dengan perintah hostname && hostname -f
  3. Pada gambar diatas nama hostname saya kedua-duanya belum sama
  4. Untuk menyamakan nama hostname edit file di /etc/hostname atau langsung edit pakai echo
  5. # echo "router.smkn1jepara.sch.id" > /etc/hostname
    Untuk menyamakan nama hostname edit file di /etc/hostname atau langsung edit pakai echo
  6. Setelah itu ketik perintah /etc/init.d/hostname.sh jika belum terganti nama hostnamenya maka lakukan reboot
  7. # reboot
    Setelah itu reboot
  8. Setelah reboot login ke router dan masuk ke root, kemudian cek hostamenya apakah keduanya sudah sama
  9. # hostname && hostname -f
    Setelah reboot login ke router dan masuk ke root, kemudian cek hostamenya apakah keduanya sudah sama
  10. Jika masih belum sama coba untuk lebih teliti

Oke step ini sudah berhasil,


KONFIGURASI REPOSITORY

Untuk bisa menginstall aplikasi-aplikasi ke PC Router maka dari itu kita harus mengkonfigurasi repository. Ada dua cara untuk mengkonfigurasi repository yaitu dengan cara via DVD dan via jaringan.

Sekarang kita akan mengkonfigurasi repository, hapus repository DVD dan aktifkan repository security dan ftp debian.

  1. Edit file di /etc/apt/sources.list
  2. # nano /et/apt/sources.list
    Edit file di /etc/apt/sources.list
  3. Akan tampil seperti ini
  4. Akan tampil seperti ini
  5. Kemudian beri pagar pada repository DVD, setelah itu hapus pagar pada repository security dan ftp debian lalu save atau simpan
  6. Kemudian beri pagar pada repository DVD, setelah itu hapus pagar pada repository security dan ftp debian lalu save atau simpan
  7. Lalu kita coba melakukan update repository
  8. # apt-get update
    Lalu kita coba melakukan update repository
  9. Setelah itu meng-upgrade aplikasi
  10. # apt-get dist-upgrade
    Setelah itu meng-upgrade aplikasi

Oke sekian dari saya semoga bisa.

Monday, August 24, 2020

Konfigurasi Debian

 Konfigurasi IP Address Debian 8



Balik lagi ke blog saya, di kesemptan yang berbahagia ini saya akan memberikan Tutorial Konfigurasi IP Address Debian 8 di VirtualBox. Sebelum konfig lebih baik kita mengetahui apa itu IP Address. Untuk topologi saya menggambarkannya seperti ini, topologi ini akan kita gunakan untuk semua service yang akan kita konfigurasi nanti di lain kesempatan.

Mau tau gmana caranya ayooo gas kuyy.
1. Settingan adapter di Virtualbox :
a. adapter 1 : bridge adapter pilih interface yang terhubung ke   internet
b. adapter 2 : internal network agar dapat terhubung ke client virtual

2. Nyalakan Debian 8 server yang sudah kita install, lalu login.

3. Untuk melihat interface yang aktif atau up di debian gunakan perintah ifconfig.


Bisa dilihat, interface yang aktif hanya interface loopback.
 4. Untuk melihat seluruh interface yang up ataupun down gunakan perintah ifconfig –a

5. Untuk mengaktifkan interface gunakan perintah :
Ifconfig (interface) up
Untuk menonaktifkan interface gunakan perintah:
Ifconfig (interface) down


6. Lalu cek kembali dengan perintah ifconfig, agar dapat di scroll gunakan perintah ifconfig

7. Untuk konfigurasi ip address, edit file /etc/network/interfaces

Lalu edit seperti gambar dibawah ini, ohiya ketentuan konfigurasi sebagai berikut:
a. Adapter1(eth0) saya atur dhcp, agar dapat request ip address dari isp.
b. Adapter2(eth1) saya atur static, karena server akan saya jadikan dhcp server. Server yang menjalankan dhcp server harus menggunakan ip static.


Lalu save dengan cara ctrl+x lalu Yes dan Enter.

8. Restart service network dengan perintah service networking restart. Lalu coba ifconfig dan liat hasilnya.




Yaa konfigurasi ip address sudah selesai, jika pada saat service di restart dan tidak ada perubahan cek kembali file konfigurasi tadi sudah benar atau belum.

Cukup sampe sini aja tutorialnya.

Terima Kasih …

Sunday, August 16, 2020

Debian

 

Debian : Sejarah, pengertian, Fitur-fitur, Kelebihan, dan Kekurangan



Sejarah Debian


Ian Murdock seorang mahasiswa Universitas Purdue, Amerika Serikat memperkenalkan Debian untuk pertama kalinya pada 16 Agustus 1993. Nama Debian di ambil dari kombinasi nama Ian dan mantan kekasihnya Debra Lynn : Deb dan Ian menjadi Debian.
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai "Slackware").
Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian.
Deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu. Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah_dpkg,paling sering melalui apt/aptitude. Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ("mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file.
Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian_standar. Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu.

Pengertian Debian

Debian adalah sistem operasi free (dari kata freedom yang berarti kebebasan) untuk komputer anda. Sistem operasi adalah sekumpulan program-program dasar dan berbagai utilitas yang diperlukan komputer anda untuk bisa bekerja. Debian tidak hanya sekedar menyediakan sistem operasi: tetapi juga lebih dari 43000 paket-paket lainnya, berupa berbagai perangkat lunak terkompilasi yang dikemas dengan baik untuk memudahkan instalasi.
Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU. Debian GNU/Linux adalah distro non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui Internet. Dan berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari distro linux yang cukup populer dijadikan server ini.

Fitur-fitur
Banyak distribusi linux yang berbasis pada Debian, termasuk Ubuntu, MEPIS, Dreamlinux, Damn Small Linux, Xandros, Knoppix, BackTrack, Linspire, Sidux, Kanotix, Parsix dan LinEx, antara lain.
Debian dikenal karena pilihan yang berlimpah. Rilis stabil saat ini meliputi lebih dari dua puluh lima thousand paket perangkat lunak untuk dua belas arsitektur komputer. Arsitektur ini berkisar dari Intel / AMD 32-bit/64-bit arsitektur umum ditemukan di komputer pribadi untuk arsitektur ARM umum ditemukan di embedded system dan zSeries eServer IBM mainframe. Fitur menonjol Debian adalah sistem manajemen paket APT, repositori dengan sejumlah besar paket, kebijakan ketat mengenai paket, dan kualitas tinggi rilis. Praktik-praktik ini memudahkan upgrade antara rilis serta otomatis instalasi dan penghapusan paket.
Kelebihan dan Kekuranagan Debian

Kelebihan 
1.Paket Debian dikenal super-stabil yang artinya bukan merupakan paket “state of the art“.
2.Kestabilan program yang telah teruji, sistem tidak mudah mengalami hang, walaupun telah menjalankan program secara terus menerus dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu lebih dari satu bulan, dengan tanpa harus melakukan restart.
3.Sistem pemeliharaan paket berbasis program “APT” yang canggih
4.Sistem hanya di-reboot setelah mengganti kernel, mati listrik, atau pergantian perangkat keras. Berbeda dengan system operasi windows pada saat update system harus di-reboot terlebih dahulu.
5.Non komersial yang dihasilkan oleh para sukarelawan dari seluruh dunia yang saling bekerjasama melalui Internet, sehingga dapat dikembangkan atau dipakai secara gratis. Pemeliharaan sistem (update) dapat ditangani dengan campur tangan si admin yang sangat minim.
6.Free Software, artinya dapat mengambil/ menyalin source program Linux tanpa dikenai biaya dan dapat memperbanyak, memodifikasi serta menyebarluaskan secara bebas.

7.Open Source, artinya semua listing program dari source code sistem operasi tersebut dapat dilihat dandimodifikasi tanpa adanya larangan dari siapapun
8.Debian Linux merupakan sistem operasi cross platform yang dapat dijalankan pada hampir semua jenis/tipe komputer yang ada saat ini.

Kekurangan
1.Siklus pengembangan distro sangat konservatif alias lambat
2 Para pengebang tidak mengenal istilah “dead line” sehingga jangka waktu antar rilis dapat bertahun-tahun.
3.Versi software yang dipakai debian biasanya lebih tua dari yang sudah rilis saat ini
4.Sangat sulit memasukkan software versi terbaru kedalam distronya, sebelum benar benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya
5.Sulit dikonfigurasi pada saat install pertama kali
6.Perlu repositori besar (40-60 GB )

Versi - Versi Debian
Debian 1.1 Buzz (17 Juni 1996)
•Debian 1.2 Rex (12 Desember 1996)
Debian 1.3 Bo (5 Juni 1997)
Debian 2.0 Hamm (24 Juli 1998)
Debian 2.1 Slink (9 Maret 1999)
Debian 2.2 Potato (15 Agustus 2000)
Debian 3.0 Woody (19 Juli 2002)
Debian 3.1 Sarge (6 Juni 2005)
Debian 4.0 Etch (8 April 2007)
Debian 5.0 Lenny (Februari 2009)
Debian 6.0 Squezee (Februari 2011)
Debian 7.0 Wheezy (Mei 2013)
Debian 8.0 Jessie 

Terima kasih sudah membaca.....

Konfigurasi web server

  Cara Konfigurasi Web Server Debian 8 Pada VirtualBox Setelah proses instalasi apache2 selesai, kita akan lanjutkan pada tahapan konfiguras...